Manusia adalah faktor yang paling penting dalam interaksi manusia dan
komputer. Karena manusia sebagai pembuat dan pengguna sangatlah di
utamankan. Faktor manusia dapat dipandang sebagai sistem pemroses
informasi:
- Informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output ( indera )
- Informasi disimpan dalam ingatan ( memori )
- Informasi diproses dan diaplikasikan dalam berbagai cara

Kapasitas manusia satu dengan yang lain dalam menerima rangsang dan memberi reaksi berbeda satu dengan yang lain dan hal ini menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam merancang interface. Faktor manusia ( brainware ) dalam merancang antarmuka adalah penglihatan, pendengaran dan sentuhan.
- Faktor manusia dari segi penglihatan yaitu mata ada beberapa faktor yang mempengaruhi penglihatan kita, yaitu :
- Luminans
adalah cahaya yang dipantulkan dari permukaan suatu objek. - Kontras
adalah cahaya yang dikeluarkan dari suatu objek dan latar belakang yang dipakai. - Kecerahan
adalah tanggapan subjektif terhadap cahaya. - Sudut dan ketajaman penglihatan
Adalah Sudut penglihatan adalah sudut yang terbentuk oleh objek, sedangkan ketajaman penglihatan adalah penglihatan minimum pada saat mata masih bisa melihat objek. - Area penglihatan
adalah area yang dapat dilihat oleh mata manusia normal. - Warna
adalah cahaya yang tampak merupakan sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik. Panjang cahaya yang nampak berkisar pada 400-700 nano meter yang berada pada daerah ultraungu ( ultraviolet ) hingga inframerah ( infrared ). Jika panjang gelombang berada pada panjang di atas dan luminans serta saturasi ( jumlah cahaya putih yang ditambahkan ) dijaga tetap, seseorang dengan penglihatan normal dapat membedakan hingga 128 warna berbeda.
![]() |
| Posisi dalam penggunaan Perangkat |
- Faktor manusia dalam segi pendengaran, untuk manusia dengan penglihatan dan pendengaran normal, pendengaran merupakan indra kedua terpenting setelah penglihatan ( vision ) dalam interaksi manusia dan komputer. Sebagian besar orang dapat mendeteksi suara pada kisaran frekuensi 20 Hz hingga 20 KHz, tetapi batas bawah dan batas atas tersebut dipengaruhi faktor kesehatan dan usia. Pendengaran yang lebih sensitif dapat mendeteksi suara pada kisaran 1000 – 4000 Hz, yaitu setara dengan batas atas dua oktaf keyboard piano.
- Faktor manusia dalam segi sentuhan, untuk keperluan interaksi manusia dan komputer sentuhan mempunyai peringkat ketiga setelah penglihatan dan pendengaran. Tetapi, pada orang buta sentuhan merupakan indera utama dalam interaksinya dengan dunia luar, disamping pendengaran ( jika tidak buta tuli ). Sebagai contoh penggunaan jari sensitif untuk pemasukan identitas pada suatu ruangan khusus juga menjalankan suatu aplikasi dengan sistem getaran dan jari sensitif.
- Faktor manusia dalam segi perasa dan penciuman, tidak bermanfaat secara khusus dalam perancangan suatu sistem manusia dan komputer. Dikarenakan kedua indera ini bukan indra yang utama dan belum adanya pengembangan di bidang komputer interaktif serta tingkat akurasi yang lemah dari kedua indera ini pada sebagian besar orang. Sebagai tambahan, indera perasa dan penciuman sangat tergantung pada tingkat kesehatan. Walaupun sesungguhnya indera perasa dan penciuman dapat dilatih, dan terdapat orang-orang dengan tingkat perasa dan penciuman yang tinggi.
PEMODELAN SISTEM PENGOLAHAN
- Model sistem pengolahan manusia terdiri dari pengolahan perseptual, pengolahan intelektual dan pengendalian motorik yang beinteraksi dengan memori manusia.
- Model sistem komputer terdiri dari pengolah ( processor ) dan memori. Interaksi keduanya melalui bus.
PENGENDALIAN MOTORIK
Pengendalian motorik pada manusia dapat dilatih untuk mencapai taraf
tertentu seperti mengetik 10 jari untuk kecepatan 1000 huruf permenit.
MEMORI MANUSIA
Dari segi memori,manusia memiliki tiga jenis memori yaitu :
- Memori iconic untuk indera visual / penglihatan.
- Memori echoic untuk indera auditory / pendengaran.
- Memori haptic untuk indera peraba.
Karena terbatasnya kapasitas memori sensor, tidak semua informasi
dapat diolah hanya sebagian informasi yang dapat diteruskan ke tipe
memori lain yang lebih permanen dan sebagian lagi akan hilang / tertimpa
setiap kali diperoleh informasi baru.
Teguh Yulianto_212141184_Fakultas Komputer ( Sistem Informasi )_Universitas MH. Thamrin
Teguh Yulianto_212141184_Fakultas Komputer ( Sistem Informasi )_Universitas MH. Thamrin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar